-->
Pengertian Kepemimpinan Menurut Pringgodigdo (1993)

Pengertian Kepemimpinan Menurut Pringgodigdo (1993)


      Kata kepemimpinan berasal dari akar kata pemimpin yang berarti seseorang yang dikenal oleh dan berusaha untuk mempengaruhi para pengikutnya, untuk merealisasikan apa yang menjadi visinya. Dalam pengertian terminolog terdapat beberapa pengertian kepemimpinan yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Dalam ensiklopedi umum diterangkan bahwa kepemimpinan adalah hubungan yang erat antar seseorang dengan sekelompok manusia karena adanya kepentingan bersama, hubungan itu ditandai oleh tingkah laku yang tertuju dan terbimbing daripada manusia yang seorang itu. Manusia atau orang ini biasa disebut dengan memimpin atau pemimpin, sedangkan kelompok manusia yang mengikutinya disebut yang dipimpin (Pringgodigdo, 1993: 549).
Read more »
Pengertian Evaluasi Menurut Neliwati (2015)

Pengertian Evaluasi Menurut Neliwati (2015)



          Hal senada juga diungkapkan Neliwati bahwa evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Evaluasi dalam pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses dalam usaha untuk mengumpulkan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan akan perlu tidaknya memperbaiki system pembelajaran sesuai dengan tujuan yang ditetapkan (Neliwati, 2015: 75).




Read more »
Kepemimpinan Menurut Syafaruddin (2002)

Kepemimpinan Menurut Syafaruddin (2002)


     Ada beberapa pertimbangan yang penting bagi kepemimpinan kepala sekolah. Pertama, kepala sekolah harus mampu mengkomunikasikan nilai-nilai lembaga terhadap staf pengajar, pelajar, dan masyarakat luas. Kedua, kepala sekolah harus mampu memahami, berkomunikasi, dan mendiskusikan proses yang berkembang dalam lembaga dengan tidak hanya duduk di belakang meja kerjanya. Ketiga, ia harus mampu menumbuhkan rasa kebersamaan, keinginan, semangat dan potensi dari semua staf untuk mencapai tujuan (Syafaruddin, 2002: 57).



Read more »
Kepemimpinan Menurut Wahjosumidjo (1999)

Kepemimpinan Menurut Wahjosumidjo (1999)


     Selain itu, Weshler sebagaimana dikutip oleh Wahjosumidjo memberika defenisi kepemimpinan sebagai “Leadership is interpersonal influence exercised in a situation and directed through the communication process, to work the attainment of a specified goal or goals”. Menurutnya kepemimpinan adalah pengaruh antara personal yang diuji dalam sebuah situasi dan diarahkan melalui proses komunikasi secara langsung, terhadap pencapaian satu tujuan atau beberapa tujuan (Wahjosumidjo, 1999: 17).
Read more »
Pengertian Pendidikan Islam Menurut Penulis (2018)

Pengertian Pendidikan Islam Menurut Penulis (2018)


      Pendidikan Islam dalam menciptakan suatu teori-teori ke-Islaman seyogyanya berlandaskan dengan Alquran dan Hadis, dikarenakan sumber rujukan yang paling utama dalam Islam ialah Alquran, lalu kemudian Hadis.

      Pendidikan Islam adalah suatu sistem yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologyi Islam. Melalui ini, ia akan dapat dengan mudah membentuk kehidupan dirinya sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam yang diyakininya.
Read more »
Pengertian Pengambilan Keputusan

Pengertian Pengambilan Keputusan

Keputusan merupakan hasil pemecahan dalam suatu maslah yang harus dihadapi dengan tegas. Dalam kamus besar ilmu pengetahuan pengambilan keputusan didefinisiskan sebagai pemilihan keputusan atau kebijakan yang didasarkan atas kriteria tertentu. Proses ini meliputi dua alternative atau lebih karena seandainya hanya terdapat satu alternativ tidak aka nada satu keputusan yang akan diambil (Dangun, 2006: 185).

G.R Terry mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan criteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin (Syamsi, 2000: 5). Selain itu, Pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk perbuatan berfikir dan hasil dari suatu perbuatan itu disebut keputusan (Desmita, 2008: 198).

Berdasarkan defenisi di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemikiran dari pemilihan alternatif yang akan dihasilkan mengenai prediksi ke depan.

Fungsi pengambilan keputusan individual atau kelompok baik secara institusional ataupun organisasional, sifatnya futuristic (Hasan, 2004: 10). Tujuan pengambilan keputusan, tujuan yang bersifat tunggal (hanya satu masalah dan tidak berkaitan dengan masalah lain), tujuan yang bersifat ganda (masalah saling berkaitan dapat bersifat kontradiktif ataupun tidak kontradiktif). Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam organisasi ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasinya yang dimana diinginkan semua kegiatan itu dapat berjalan lancar dan tujuan dapat tercapai dengan mudah dan efisien. Namun, kerap kali terjadi hambatan-hambatan dalam melaksanakan kegiatan. Ini merupakan masalah yang harus dipecahkan oleh pimpinan organisasi. Pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memecahkan masalah tersebut.


Read more »
Pengertian Belajar Menurut Nuzairina (2014)

Pengertian Belajar Menurut Nuzairina (2014)


      Tidak semua perubahan yang terjadi pada diri seseorang merupakan hasil belajar. Perubahan yang disebabkan karena pertumbuhan, perkembangan dan kematangan bukan merupakan akibat belajar. Seperti pertumbuhan jasmani (tinggi badan) bukan merupakan hasil dari belajar. Perubahan pada aspek psikis relative sulit diidentifikasi, karena yang Nampak hanya tingkah laku. Perwujudan tingkah laku itu meliputi perkembangan perceptual (pengamatan ruang dan situasi), perkembangan penguasaan motorik, perkembangan penguasaan pola-pola keretampilan mental fisik (kecerdasan, ketangkasan, kecermatan), maupun perkembangan pengetahuan, bahasa dan berpikir (Nurzairina, 2014: 44).


Read more »
ANTARA BAKAT DAN KEBIASAAN SEHARI-HARI

ANTARA BAKAT DAN KEBIASAAN SEHARI-HARI


Suatu ketika seorang guru laki-laki muda masuk ke dalam kelas untuk memberikan pembelajaran di sekolah MDA itu. Sore itu, guru membuka pelajaran dengan mengawali doa bersama dengan siswa, dan dilanjutkan dengan bacaan-bacaan surah pendek. Guru memulai dengan mengabsen kehadiran siswa.

Pembelajaran pada hari itu yakni “Alkhot”, yaitu menulis tulisan arab yang dibubuhi dengan berbagai hiasan sesuai dengan tingkat kreativitas masing-masing siswa. Banyak pertanyaan yang dilontarkan siswa terhadap gurunya waktu itu. Bertanya soal tulisannya pakai arti atau tidak, bertanya soal pakai pensil atau pulpen, bahkan ada yang sampai menanyakan tulisannya bagus atau tidak. Guru itu pun menjawab, “tulis saja nak, Abi mau lihat sejauh mana kreativitas kalian. Tuangkan saja apa yang menurut kalian cantik, indah, supaya nanti kalian bisa lestarikan tulisan arab ini.”

Kegiatan berlajan dengan ribut lancar. Ya, ribut lancar merupakan kondiri real di dalam kelas masa sekarang ini. Kalau dulu, ketika kita melihat guru saja sudah takut dan berlomba untuk diam di bangku sekolah. Tapi masa milenial ini, mereka lebih menganggap guru itu sebagai sahabat mereka. Perlu perhatian mendalam bagi seorang guru dalam mengajar di kelas agar tak salah sikap dalam menjalankan aktivitas mengajarnya.

Guru terfokus pada salah satu siswi. Hampir setiap hari, ocehannya terdengar dimana-mana dalam lingkungan sekolah. Siswi yang satu ini, cukup aktif berbicara, apalagi berbicara di dalam kelas. Tapi, siswi ini tidak punya teman sebangku. Setiap harinya selalu duduk sendiri di tempatnya. Tapi itu tidak membuatnya menjadi diam dan lugu, justru itu sama sekali tidak mengganggu, malah dalam suatu waktu, siswi itu berkata bahwa dia lebih senang sendirian dari pada bersama teman.

Guru mengingat segala aktifitas mengajarnya di ruangan yang sama selama seminggu yang lalu. Siswi inilah yang tidak pernah diam di tempat duduknya. Selalu saja berjalan kesana kemari mengikuti maunya. Larangan untuknya harus keras. Jika diberikan arahan dan larangan yang lembut, akan diabaikan olehnya. Namun, guru tersebut bukan sosok yang kejam dan ditakuti siswa di sekolah itu. Kesabarannya membuat siswa merasa nyaman padanya, sehingga segala hal yang ada di benak pikiran siswa, akan dicurahkan kepada guru muda yang satu ini.

Guru itu tetap bersemangat mengajar di kelas dengan salah satu siswi yang sebut saja “perhatian tadi”. Tiga hari sebelumnya, guru itu kebingungan oleh tingkahnya. Siswi itu bersemangat saat diberikan tugas. Namun demikian, tugas yang diberikannya dibuat sebaik-baik mungkin sesuai dengan keinginan hatinya, sehingga waktu pengumpulannya terlambat dibandingkan teman yang lain. Tapi anehnya, siswi ini tidak memperdulikan hal itu. Asik dengan ekspresinya sendiri bersama tugas yang diberikan. Walau sedikit merasa aneh, guru itu mencoba sabar dan memberikan kesempatan bagi siswi ini untuk mengumpulkannya keesokan harinya. Padahal, tugas itu bukan sesuatu yang memakan waktu lama, hanya saja dia melukis-lukis bingkai kertas tugasnya, agar terkesan cantik. Walau pada akhirnya, tugasnya pun tak siap.

Lagi keesokan harinya, pada tugas yang lain dengan tema yang lain. Hal yang hampir serupa juga terjadi. Waktu itu setiap orang harus membaca Alquran di depan kelas dengan dibimbing oleh guru. Tapi, siswi yang dimaksud di atas tadi, juga melakukan hal yang hampir serupa. Dia tak perduli dengan hal itu. Dia lebih sering tertawa terbahak-bahak sendiri sambil mengganggu temannya yang sedang serius belajar Alquran di sekitarnya. Walau demikian, kesabaran guru masih tetap diberikan. Guru itu membiarkan siswi itu mengeksplor pengetahuannya. Seolah tak berarti, tetapi itulah bibit kecil dalam diri mereka yang sepatutnya diperhatikan.

Setelah pembelajaran Alkhot ini, guru itu terkaget karena siswi inilah yang menampilkan karya terbaik di dalam kelas. Hiasan yang dibuatnya benar-benar memikau dan membuat perhatian. Dikatakan demikian, karena di kelasnya, dialah siswi yang terampil memilih model hiasan yang baik untuk tulisannya. Tulisan arab itu ditebalkannya, dibentuknya seolah-olah menggunakan pensil kaligrafi. Luar biasa. Walau tukang bercerita, tapi kreatifitas anak ini dalam bidang desain perlu untuk diarahkan atau dikembangkan.

Dari cerita di atas, yang masih menjadi pertanyaan adalah tidak terlihatnya hubungan bakat dengan aktifitas sehari-hari, mengapa demikian? Apakah kita salah dalam memaknai bakat? Apakah bakat itu sebatas pada kemampuan yang mampu dilakukan sehari-hari? Ah, tak tahulah. Mungkin hal ini bisa dijadikan bahan kajian penelitian secara mendalam.
Read more »