-->
Pengertian Pendidikan Islam Menurut Ramayulis & Syamsul Nizar (2009)

Pengertian Pendidikan Islam Menurut Ramayulis & Syamsul Nizar (2009)


      Menurut Ramayulis, istilah pendidikan dalam konteks Islam pada umumnya mengacu kepada term al-tarbiyah, al-tadib, dan al-ta’lim. Dari ketiga istilah tersebut term yang popular digunakan dalam praktek pendidikan Islam adalah term al-tarbiyah. Sedangkan term al-tadib dan al-ta’lim jarang sekali digunakan. Padahal kedua istilah tersebut telah digunakan sejak awal pertumbuhan pendidikan Islam. Kendatipun demikian, dalam hal-hal tertentu, ketiga term tersebut memiliki kesamaan makna. Namun secara esensial, setiap term memiliki perbedaan, baik secara tekstual maupun kontekstual (Ramayulis, 2009: 84).

     Menurut Al-Syaibaniy dalam Ramayulis juga mengemukakan pendapat bahwa pendidikan Islam adalah proses mengubah tingkah laku idividu peserta didik pada kehidupan pribadi, masyarakat, dan alam sekitarnya. Proses pertumbuhan tersebut dilakukan dengan cara pendidikan dan pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi dan profesi diantara sekian banyak profesi asasi dalam masyarakat (Ramayulis, 2009: 88).



Read more »
Pengertian Pendidikan Islam Menurut Penulis (2018)

Pengertian Pendidikan Islam Menurut Penulis (2018)


      Pendidikan Islam dalam menciptakan suatu teori-teori ke-Islaman seyogyanya berlandaskan dengan Alquran dan Hadis, dikarenakan sumber rujukan yang paling utama dalam Islam ialah Alquran, lalu kemudian Hadis.

      Pendidikan Islam adalah suatu sistem yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologyi Islam. Melalui ini, ia akan dapat dengan mudah membentuk kehidupan dirinya sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam yang diyakininya.
Read more »
Pengertian Pendidikan Islam Menurut Al-Rasyidin (2008)

Pengertian Pendidikan Islam Menurut Al-Rasyidin (2008)


      Hal senada juga diungkapkan Al-Rasyidin yang mengatakan bahwa makna pendidikan Islami dapat didefenisikan sebagai suatu proses penciptaan lingkungan yang kondusif dan memungkinkan bagi manusia sebagai peserta didik untuk mengembangkan diri-fisik-jasmani dan non fisik-rohani- dan potensi yang dimilikinya-al-jism, al’aql,al-nafs, dan al-qalb- agar berkemampuan merealisasikan syahadah primodialnya terhadap keberadaan dan kemahaesaan Allah Swt, melalui pemenuhan fungsi dan tugas penciptaannya, yakni sebagai ‘abd allah dan khalifah allah (Al-Rasyidin, 2008: 119).



DAFTAR PUSTAKA
Al Rasyidin, Filsafah Pendidikan Islami, (Bandung: Cv. Perdana Mulya Sarana, 2008).
Read more »
Dasar Pendidikan Islam

Dasar Pendidikan Islam


Reza Noprial Lubis[1]
Islam sebagai pandangan hidup yang berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah, baik yang terkandung dalam nas Alquran maupun Sunnah Rosul diyakini memuat kebenaran mutlak yang bersifat transendental. Karena pendidikan Islam adalah upaya normatif yang berfungsi untuk memelihara dan mengembangkan fitrah manusia yang rohmatan lil alamin.
Manusia dengan perantara akal dan berbagai potensi yang ada dituntut untuk senantiasa hidup berkreasi, berinovatif, dan penuh imajinatif, sehingga dalam aktivitasnya relatif tertata, maka hendaknya melalui pemikiran yang matang, sesuai fitrah manusia yaitu manusia yang bermakna baik bagi diri maupun lingkungan sebagai makhluk individu dan sosial.
Sebagai aktivitas yang bergerak dalam proses pembinaan kepribadian muslim, maka pendidikan Islam memerlukan dasar atau landasan kerja untuk memberikan arah bagi pelaksanaan pendidikan yang telah diprogramkan. Dalam konteks ini, yang menjadi acuan tersebut adalah merupakan nilai kebenaran dan kekuatan yang dapat menuju ke arah pendidikan. Alquran dan hadis dijadikan pedoman dalam berpikir bagi umat Islam dalam berbagai segi kehidupan, sehingga pendidikan Islam haruslah berdasarkan atas keduanya. Namun dalam perkembangan pemikiran pendidikan Islam, walaupun masih berpedoman pada sumber hukum Islam tadi berkembang pula dalam merancang dasar yang menjadi landasan pelaksanaan program pendidikan Islam, yang meliputi:
1.        Dasar Agama
Dengan dasar ini diharapkan agar seluruh proses pendidikan yang dilaksanakan oleh lembaga islam dapat membimbing siswa untuk membina iman yang kuat, teguh terhadap ajaran agama, berakhlak mulia, dan melengkapinya dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat. Dengan artian, segala sistem yang ada dalam masyarakat termasuk pendidikan harus meletakkan dasar falsafah, tujuan dan pendidikannya pada dasar agama islam dengan berikut segala aspeknya. Dasar agama ini dalam proses pembelajaran pada lembaga pendidikan islam jelas harus didasarkan pada Alquran dan As-Sunnah sebagai dasar utama pendidikan islam.[2]
2.        Dasar Filsafat
Pada dasarnya falsafah pendidikan islam tidaklah menyandarkan diri kepada suatu aliran-aliran filsafat yang merupakan hasil pemikiran manusia. Filsafat pendidikan islam mempunyai dasar watak yang berdiri sendiri dan ciri yang khas pula yang memperoleh wujudnya dari wahyu Ilahi, bimbingan para nabi dan dari pemikiran para pewaris nabi yang tentu saja tidak keluar dari kaidah islamiyah.
Dasar filsafat memberi pedoman bagi tujuan pendidikan islam secara filosofis, sehingga tujuan, isi, dan proyek pendidikan islam mengandung suatu kebenaran dan pandangan hidup dalam bentuk nilainilai yang diyakini sebagai suatu kebenaran, baik ditinjau dari segi ontologi, epistemologi, maupun aksiologi.[3]
3.        Dasar Psikologis
Menurut Armai Arief program dalam lembaga pendidikan islam harus sejalan dengan ciri perkembangan siswa, tahap kematangan dan semua segi perkembangannya.[4]Disamping kedua dasar tersebut diatas, sisi psikologis juga harus diterapkan dalam dasar pendidikan islam, dimana dasar ini berkaitan erat dengan ciri-ciri perkembangan anak, tahap kematangan bakat-bakat jasmani maupun rohani yang menjadi fitrahnya.
4.        Dasar Sosial
Merupakan sebuah kepastian bahwa pendidikan islam dengan segala aspeknya tidaklah mengusung hal-hal yang melangit dan hal-hal yang tidak masuk akal, akan tetapi islam membawa misi yang sangat jelas bagi kehidupan masyarakat. Adalah menjadi kewajiban yang haq bahwa rumusan pendidikan untuk menguatkan pertaliannya dengan masyarakat dan kebudayaan dimana pendidikan tersebut berada.
Selain itu, ia juga harus mengikuti perkembangan dan perubahan yang ada dalam kehidupan sosial, dan turut serta mengendalikan perubahan yang diinginkan dan membimbing perubahan menuju arah yang positif. Dibandingkan dengan nilai-nilai yang lain didalam Islam tauhid merupakan nilai yang ada dengan sendirinya merupakan alat yang secara subyektif bagi nilai yang lain atau disebut juga dengan nilai intrinsik.[5] Islam sebagai pandangan hidup yang berdasarkan pada nilai-nilai Ilahiyah, baik yang terkandung dalam Alquran maupun Sunnah Rosul diyakini umat muslim memiliki kebenaran mutlak yang bersifat transendental atau spiritual dan religi yang kekal dan abadi, sehingga secara aqidah diyakini mampu memenuhi segala kebutuhan manusia tentang permasalahan tadi. Tanggung jawab dan kewajiban orang tua untuk mendidik anaknya berdasarkan pada firman Allah SWT yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, dan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”(QS. At-Tahrim : 6). [6]
Pendidikan Islam adalah upaya normatif yang berfungsi untuk memelihara fitrah manusia, maka dalam menyusun praktik pendidikan harus didasarkan pada nilai-nilai tersebet diatas. Berdasarkan nilai-nilai yang demikian itu konsep pendidikan Islam tentu akan berbeda lain yang bukan Islam.




[1] Mahasiswa Program Magister Pendidikan Agama Islam UIN SU Medan.
[2] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002), hlm. 134
[3] Ibid
[4] Armae Arief, , Pengantar Ilmu Dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 30
[5] Achmadi, Ideologi Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005), hlm. 83
[6] Depag, _Op.cit., hlm. 951

Read more »